Sejarah Mie Aceh Yang Terkenal Enak


Siapa yang tidak kenal dengan Mie Aceh? Terutama bagi penggemar kuliner nusantara, mie Aceh telah tidak asing lagi di telinga. Rasanya belum sah setiap orang yang berangkat ke Aceh kalau belum menikmati wisata kuliner yang satu ini, disamping kopi. Sama semacam seseorang -meski ia orang Aceh yang berasal dari daerah--dikatakan belum sah menginjakkan kaki di Banda Aceh kalau belum hingga ke Mesjid Raya Baiturrahman. Sebagai salah satu masakan Aceh yang kaya bakal bumbu dan rempah-rempah, mie ini pula yang menjadi salah satu argumen orang mengunjungi Aceh, menikmati mie Aceh.
Tetapi, tahukah Kamu kisah dibalik nama Mie Aceh?
Sebetulnya, pertanyaan ini telah lama "menggelitik" saya, sejak Mie Aceh booming. Ketika orang-orang bertanya dan membincangkan Mie Aceh di mana-mana. Bahkan, saat ini sebagian besar orang Aceh sendiri menyebutnya 'Mie Aceh' sebagai suatu  nama yang lazim. Lantas, bagaimana sih asal mula nama mie Aceh ini? Bagaimana sejarahnya?
Baiklah, saya ingin sedikit bernostalgia mengenai Mie Aceh ini. Dulu, ketika saya tetap anak-anak hingga umur belasan, sebelum tahun 2000 hingga awal 2000an, belum dikenal dengan istilah "Mie Aceh". Yang ada hanyalah "mie teupong" dalam Bahasa Acehnya, yang berarti mie tepung. Mie yang berkapasitas lebih besar dari mie instan, kira-kira sebesar tusukan sate, diolah memakai tepung terigu dengan paduan racikan lain memakai mesin penggiling besar. Mie mentah yang belum dimasak dapat ditemui di pasar-pasar rakyat yang berada di setiap kota di Aceh. Tidak hanya "mie tepung" , mie ini dulunya juga disebut dengan "mie kilo".
Saya yang lahir dan tumbuh di Aceh ikut merasakan perubahan sebutan mie ini. Seiring berlangsungnya waktu, sebutan "Mie Aceh" kian dikenal oleh mereka penikmat jajanan kuliner. Kedatangan para turis, baik domestik maupun internasional diyakini ikut andil dalam memopulerkan #MieAceh.
Selepas musibah gempa dan Tsunami 24 Desember 2004 silam, Mie Aceh menjadi "booming" dimana-mana, bahkan ke mancanegara. Entah , untuk mempermudah bagi mereka menyebut, meng-khaskan alias mengidentikkan segi Acehnya, maka diberilah nama "mie Aceh". Hingga, orang-orang bakal dengan mudah mengetahuii Mie Aceh. Disamping itu, pedagang mie dan orang Aceh sendiri ikut membubuhkan nama Mie Aceh untuk mie yang sebelumnya bergelar "mie tepung" ini.
Hingga kini, ketika kamu berkunjung ke Aceh, terlebih di Banda Aceh, di depan rak-rak bakal terbaca Mie Aceh. Baru kemudian ada bukti diri pemilik warung di belakangnya. Tetapi, jangan heran. Ada juga yang tidak menuliskan "Aceh" dibelakang kata "mie". Misal, Mie Razali, Mie Ayah, Mie Cek Baka, Mie Midi, Mie Leupung, dan lain sebagainya. Ketika Kamu sedang berada di salah satu gerai mie diantara sederet nama "branding" di atas, Kamu jangan ragu bahwa Kamu sedang berada di gerai Mie Aceh.
Di luar Aceh, pemilik gerai alias warung mie yang menjual masakan khas Aceh satu ini telah lama membubuhkan nama "Mie Aceh". Sehingga, bakal mempermudah bagi penikmat mie Aceh supaya tidak kesasar alias salah beli. Bahwa mie yang dipasarkan adalah Mie Aceh. Disamping itu, penulisan "mie Aceh" juga menjadi sinyal bagi orang Aceh bahwa mereka telah menemukan saudara se-'nanggroe'. Walau tidak tertutup kemungkinan pemiliknya bukan orang Aceh.
Dalam pada itu, ada faktor yang butuh Kamu perhatikan kalau sedang berkunjung ke daerah pedesaan di Aceh dan ingin mencicipi mie Aceh di sana. Sebagian penjual di kampung-kampung tetap memakai istilah 'mie tepung' alias 'mie kilo' untuk menyatakan "mie Aceh".
Memesan mie ini juga benar-benar gampang. Misal, Kamu tinggal bilang, "Bang, Mie gureng saboh!", yang artinya "bang, pesan mie goreng satu". Ketika Kamu hanya menyebutan 'mie' saja tanpa diikuti 'tepung' alias 'kilo', faktor itu telah mengisyaratkan bahwa Kamu sedang memesan "Mie Aceh", semacam ucapan saya diatas. Kalau Kamu ingin menikmati mie instan, di Aceh tidak jarang disebut dengan 'indomie'. Mengenai "indomie" ini, bakal saya jelaskan di kolom berikutnya.
Aceh terbukti unik, tidak hanya dari segi budaya dan budayanya, sederet makanan khas juga dimiliki oleh provinsi yang berada di ujung Sumatera ini. Tengok saja berbagai kuliner yang sangat populer dari Aceh semacam Ayam tangkap, kopi Aceh, Kuah Pliek U, Kuah Asam Keung, alias Mie Aceh.
Mie Aceh adalah masakan mie pedas khas dari Aceh. Mie yang berwarna kuning dan tebal ditambah dengan irisan daging sapi, daging kambing, maupun makanan laut (udang dan cumi) yang disaapabilan dengan sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh sendiri ada dua jenis, yaitu Mie Aceh Goreng (bentuknya kering dan digoreng) dan Mie Aceh kuah (bentuknya semacam sup). Mie aceh dibekali dengan irisan bawang goreng dan disaapabilan bersama emping, potongan bawang merah, ketimun, dan jeruk nipis.
Mie aceh adalah masakan daerah yang telah menyebar di Indonesia, tidak sedikit warung makan aceh yang menjual mie aceh dan menjadi favorit bagi masyakat Indonesia. Apabila dilihat dari sejarahnya, kuliner Aceh tidak lepas dari pengaruh budaya lokal masyarakat Aceh sendiri yang digabungkan dengan budaya asing yang akhirnya membentuk wilayah Aceh di masa lalu. Terlebih lagi Aceh di zaman dahulu populer sebagai pintu alias pelabuhan mutlak di wilayah Sumatera dan kurang lebihnya.
Apabila diamati, sup mie aceh dengan kari kental adalah pengaruh dari masakan India, sementara mie sendiri berasal dari resep masakan China alias Tiongkok. Penyajian dengan memakai daging kambing alias sapi tentu tidak lepas dari pengaruh kualitas-kualitas Islam di Aceh yang sangat kuat, sedangkan penambahan makanan lau semacam cumi dan udang sebab Aceh terletak di geografis yang dikelilingi oleh lautan semacam Selat Malaka, Laut Andama, dan Samudera Hindia. Juga dari tutorial nasib masyarakat Aceh yang bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, dan nelayan. Saat ini, Kamu dapat menemukan salah satu kuliner khas Aceh ini diseluruh kota di Indonesia bahkan mie yang populer lezatnya ini dapat Kamu temukan di negara kurang lebih Indonesia semacam Malaysia dan Australia.
Dalam satu porsi, mie aceh mempunyai beragam rasa, dari mulai manis, asam, dan asin. Bumbu-bumbunya yang diracik dengan bahan cabai bermutu tinggi, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica, jahe, dan rempah-rempah lainnya kemudian digiling halus jadi berwarna merah.
Mie aceh terbukti sangat populer. Tetapi, tidak ada yang tahu persis darimana asal usul dari mie aceh itu sendiri. Dalam buku-buku sejarah Aceh pun tidak ada yang menemukan ihwal mula dari mie aceh. Mesikipun begitu, ada yang bilang mie aceh adalah kombinasi dari Aceh, India, dan China dimana mie berasal dari China, India sebagai pencetus kari yang kental dan Aceh dengan bahan-bahan yang kaya bakal bumbu jadi terciptalah mie aceh.


0 Response to "Sejarah Mie Aceh Yang Terkenal Enak"

Post a Comment