Sejarah Dan Kebudayaan Provinsi Lampung


LAMPUNG
Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Bengkulu dan Sumatera Selatan.
Provinsi Lampung dengan ibukota Bandar Lampung yang adalah perpaduan dari kota kembar Tanjungkarang dan Telukbetung mempunyai wilayah yang relatif luas, dan menyimpan potensi kelautan. Pelabuhan utamanya bernama Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni dan pelabuhan nelayan semacam Pasar Ikan (Telukbetung), Tarahan, dan Kalianda di Teluk Lampung.
Sedangkan di Teluk Semaka adalah Kota Agung (Kabupaten Tanggamus), dan di Laut Jawa tersedia pula pelabuhan nelayan semacam Labuhan Maringgai dan Ketapang. Di samping itu, Kota Menggala juga bisa dikunjungi kapal-kapal nelayan dengan menyusuri sungai Way Tulang Bawang, adapun di Samudra Indonesia tersedia Pelabuhan Krui.

Lapangan terbang utamanya adalah "Radin Inten II", yaitu nama baru dari "Branti", 28 Km dari Ibukota melewati jalan negara menuju Kotabumi, dan Lapangan terbang AURI tersedia di Menggala yang bernama Astra Ksetra. Dengan cara Geografis Provinsi Lampung terletak pada kedudukan : Timur - Barat berada antara : 103º 40' - 105º 50' Bujur Timur Utara - Selatan berada antara : 6º 45' - 3º 45' Lintang Selatan

SUKU LAMPUNG
Etnis Lampung yang biasa disebut  (Ulun Lampung, Orang Lampung) dengan cara tradisional geografis adalah suku yang menempati seluruh provinsi Lampung dan sebagian provinsi Sumatera Selatan tahap selatan dan tengah yang menempati daerah Martapura, Muaradua di Komering Ulu, Kayu Agung, Tanjung Raja di Komering Ilir, Merpas di sebelah selatan Bengkulu dan Cikoneng di pantai barat Banten.
Pengantin dari suku Lampung. Kedua Mempelai adalah Pengantin dari Suku Lampung Marga Sungkai Bungamayang. Siger adalah Mahkota Wanita Pengantin Suku Lampung yang sangat umum dipakai.

ASAL USUL
Asal-usul ulun Lampung (orang Lampung) erat kaitannya dengan istilah Lampung sendiri. Pada abad ke VII orang di negeri Cina telah menuturkan sebuahwilayah didaerah Selatan (Namphang) dimana tersedia kerajaan yang disebut Tolang Pohwang, To berarti orang dan Lang Pohwang adalah Lampung. nama Tolang, Po'hwang berarti "orang Lampung" alias "utusan dari Lampung" yang datang dari negeri Cina hingga abad ke 7.Tersedia bukti kuat bahwa Lampung adalah tahap dari Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Jambi dan menguasai sebagian wilayah Asia Tenggara tergolong Lampung dan berjaya hingga abad ke-11.
Dalam kronik Tai-ping-huan-yu-chi dari abad kelima Masehi, disebutkan nama-nama negeri di kawasan Nan-hai ("Laut Selatan"), antara lain dua buah negeri yang disebutkan berurutan: To-lang dan Po-hwang. Negeri To-lang hanya disebut satu kali, tetapi negeri Po-hwang lumayan tak sedikit disebut, sebab negeri ini mengirimkan utusan ke negeri Cina tahun 442, 449, 451, 459, 464 dan 466. Prof. Gabriel Ferrand, pada tulisannya dalam majalah ilmiah Journal Asiatique, Paris, 1918, hal. 477, menganggap bahwa kedua nama itu entah  hanya satu nama: To-lang-po-hwang, lalu negeri itu dilokasikan Ferrand di daerah Tulangbawang, Lampung.
Prof. Purbatjaraka, dalam bukunya Riwajat Indonesia I,Jajasan Pembangunan, Djakarta, 1952, hal. 25, menyetujui kemungkinan adanya kerajaan Tulangbawang, meskipun diingatkannya bahwa asumsi itu semata-mata sebab menyatukan dua toponimi dalam kronik Cina.

ADAT  ISTIADAT
Masyarakat budaya Lampung Saibatin.
Masyarakat Budaya Lampung Saibatin mendiami wilayah adat: Labuhan Maringgai, Pugung, Jabung, Way Jepara, Kalianda, Raja Basa, Teluk Betung, Padang Cermin, Cukuh Balak, Way Lima, Talang Padang, Kota Agung, Semaka, Suoh, Sekincau, Batu Brak, Belalau, Liwa, Pesisir Krui, Ranau, Martapura, Muara Dua, Kayu Agung, empat kota ini ada di Provinsi Sumatera Selatan, Cikoneng di Pantai Banten dan bahkan Merpas di Selatan Bengkulu. Masyarakat Budaya Saibatin tak jarangkali juga dinamakan Lampung Pesisir sebab sebagian besar berdomisili di sepanjang pantai timur, selatan dan barat lampung, masing masing terdiri dari:

Paksi Pak Sekala Brak (Lampung Barat)
Bandar Enom Semaka (Tanggamus)
Bandar Lima Way Lima (Pesawaran)
Melinting Tiyuh Pitu (Lampung Timur)
Marga Lima Way Handak (Lampung Selatan)
Pitu Kepuhyangan Komering (Provinsi Sumatera Selatan)
Telu Marga Ranau (Provinsi Sumatera Selatan)
Enom Belas Marga Krui (Pesisir Barat)
Cikoneng Pak Pekon (Provinsi Banten)
Masyarakat budaya Lampung Pepadun[sunting | sunting sumber]
Masyarakat beradat Pepadun/Pedalaman terdiri dari:
Abung Siwo Mego (Unyai, Unyi, Subing, Uban, Anak Tuha, Kunang, Beliyuk, Selagai, Nyerupa). Masyarakat Abung mendiami tujuh wilayah adat: Kotabumi, Seputih Timur, Sukadana, Labuhan Maringgai, Jabung, Gunung Sugih, dan Terbanggi.
Mego Pak Tulangbawang (Puyang Umpu, Puyang Bulan, Puyang Aji, Puyang Tegamoan). Masyarakat Tulangbawang mendiami empat wilayah adat: Menggala, Mesuji, Panaragan, dan Wiralaga.
Pubian Telu Suku (Minak Patih Tuha alias Suku Manyarakat, Minak Demang Lanca alias Suku Tambapupus, Minak Handak Hulu alias Suku Bukujadi). Masyarakat Pubian mendiami delapan wilayah adat: Tanjungkarang, Balau, Bukujadi, Tegineneng, Seputih Barat, Padang Ratu, Gedungtataan, dan Pugung.
WayKanan Buway Lima (Pemuka, Bahuga, Semenguk, Baradatu, Barasakti, yaitu lima keturunan Raja Tijang Jungur). Masyarakat Way Kanan mendiami wilayah adat: Negeri Besar, Pakuan Ratu, Blambangan Umpu, Baradatu, Bahuga, dan Kasui.
Sungkay Bunga Mayang (Semenguk, Harrayap, Liwa, Selembasi, Indor Gajah, Perja, Debintang)Masyarakat Sungkay Bunga Mayang menempati wilayah adat: Sungkay, Bunga Mayang, Ketapang dan Negara Ratu.
FALSAFAT HIDUP ULUN LAMPUNG
Falsafah Nasib Ulun Lampung termaktub dalam kitab Kuntara Raja Niti, yaitu:
Piil-Pusanggiri (malu meperbuat pekerjaan hina menurut agama dan mempunyai harga diri)
Juluk-Adok (mempunyai kepribadian sesuai dengan gelar budaya yang disandangnya)
Nemui-Nyimah (saling mengunjungi untuk bersilaturahmi dan ramah menerima tamu)
Nengah-Nyampur (aktif dalam pergaulan bermasyarakat dan tak individualistis)
Sakai-Sambaian (gotong-royong dan saling menolong dengan anak buah masyarakat lainnya)
Sifat-sifat di atas dilambangkan dengan 'lima kembang penghias sigor' pada lambang Provinsi Lampung.
Sifat-sifat orang Lampung tersebut juga diungkapkan dalam adi-adi (pantun):
Tandani ulun Lampung, wat piil-pusanggiri
Mulia heno sehitung, wat liom ghega dighi
Juluk-adok gham pegung, nemui-nyimah muaghi
Nengah-nyampugh mak ngungkung, sakai-Sambaian gawi.

PARIWISATA LAMPUNG
Tempat pariwisata di Provinsi Lampung terdiri dari pantai hingga objek wisata alam di Lampung yang mempesona sangat tepat untuk menghabiskan liburan kita.  sepuluh tempat pariwisata yang mempesona dan harus dikunjungi  yaitu :


1. Pantai Pasir Putih
Terletak kurang lebih 20 KM dari kota Bandar Lampung, Pantai Pasir Putih adalah salah satu tempat wisata di Lampung yang paling favorit sebab dekat dengan ibukota, hanya membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 20 menit saja untuk bisa menikmati pantai yang menyegarkan mata ini. Sesuai dengan namanya, pantai ini mempunyai pasir yang bewarna putih, dibekali dengan pepohonan yang melambai tertiup angin dan lautan yang bewarna biru. Tempat wisata ini juga adalah tempat wisata akhir pekan favorit warga Bandar Lampung jadi jangan kaget bila berkunjung pada akhir pekan dan mendapati keramaian.



2. Teluk Kilauan
 Kiluan adalah salah satu tempat wisata di Lampung yang paling populer sebab pengalaman unik yang ditawarkannya. Pengalaman semacam apa yang bisa kamu nikmati di Teluk Kiluan? Semacam di Pantai Lovina, Bali, Teluk Kiluan memperkenalkan pengalaman menonton lumba-lumba langsung di habitatnya. Sensasi menonton lumba-lumba di lautan benar-benar tak sama dengan pada saat Kamu menonton lumba-lumba yang telah dijinakan. Waktu paling baik untuk menonton lumba-lumba di Teluk Kiluan adalah di bulan April hingga September di mana sedang musim kemarau. Saran saya, sebelum pergi bertanyalah dahulu pada pengelola homestay tentang cuaca dan kehadiran lumba-lumba, sebab kemunculan lumba-lumba dengan cara alamiah di Teluk Kiluan sangat dipengaruhi oleh cuaca.


3. Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas adalah salah satu taman nasional yang berusia paling tua di Indonesia. Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional yang berfokus pada pelatihan dan pelindungan gajah, jadi faktor yang harus dilhat di Taman Nasional Way Kambas adalah gajahnya. Tidak hanya gajah, Taman Nasional Way Kambas juga melindungi beberapa fauna yang hampir punah semacam harimau Sumatera dan badak Sumatera. Taman Nasional Way Kambas berlokasi kurang lebih 2 jam perjalanan dari kota Bandar Lampung. Untuk bisa masuk ke kawasan ini, Kamu harus mendapatkan ijin yang bisa diperoleh di gerbang masuk Taman Nasional Way Kambas. Di sini Kamu bisa menonton beberapa pertunjukan gajah, umpama sepak bola gajah, menaiki gajah, dan lain-lain.



4. Pulau Kubur


Pulau Kubur entah  terdengar seram bagi sebagian orang, tetapi sebetulnya Pulau Kubur adalah surganya para penggemar kegiatan memancing. Menurut cerita warga setempat, pulai ini dinamai Pulau Kubur sebab dulunya pulau ini dipakai untuk agenda penaburan abu jenazah. Berlokasi di Teluk Lampung, pulau ini bisa dicapai dengan memakai perahu dalam waktu tak lebih lebih 20 menit. Pulau Kubur relatif sepi pada hari-hari biasa, tetapi pada hari libur bisa terlihat lumayan tak sedikit wisatawan yang datang untuk memancing. Ikan di kurang lebih Pulau Kubur sangat tak sedikit dan beragam sebab ada tak sedikit karang besar yang adalah habitat ikan di kurang lebih Pulau Kubur.

5. Menara siger
Menara Siger adalah bangunan indah bewarna kuning yang sekarang telah menjadi ikon Lampung. Berdiri cantik di atas sebuah bukit, Menara Siger adalah titik nol jalan lintas Sumatera yang telah menjadi salah satu tempat transit dan tempat wisata di Lampung. Untuk bisa memasuki kawasan Menara Siger, Kamu harus bayar tiket masuk dan anggaran parkir yang tak mahal. Menara Siger adalah bangunan kebanggan masyarakat provinsi Lampung sebab mempunyai arsitektur tradisional khas Lampung. 



6. Air Terjun Putri Malu
Terletak di wilayah Way Kanan, Air Terjun Putri Malu adalah salah satu tempat wisata di Lampung yang entah  jarang Kamu dengar namanya. Nama unik Air Terjun Putri Malu berasal dari bentuk air terjun yang bengkok jadi terlihat semacam malu-malu. Air Terjun Putri Malu mempunyai ketinggian tak lebih lebih 80 meter, dibekali dengan lingkungan yang asri dan sejuk. Air Terjun Putri Malu tak sedikit dikunjungi oleh para penggemar alam yang kemudian bergambar-gambar dan berenang di danau yang ada di bawah Air Terjun Putri Malu. Tidak hanya itu, di lokasi ini Kamu juga bisa menikmati wisata panjat tebing, berkemah, dan trekking.





7. Gunung Krakatau
Gunung Krakatau pasti semua orang telah sempat mendengarnya. Terletak di Selat Sunda, Gunung Krakatau adalah tempat wisata di Lampung yang memperkenalkan tak hanya wisata pegunungan, melainkan juga wisata bahari. Gunung Krakatau dahulu kala sempat meletus pada tahun 1883, sekarang telah menjadi tempat wisata yang populer. Sekarang Gunung Krakatau telah menjadi daerah konservasi alam, oleh sebab itu, untuk memasuki area Gunung Krakatau, Kamu harus mempunyai ijin terlebih dahulu. Ijin ini bisa diperoleh dari balai konservasi Lampung.

8. Taman Wisata Lembah Hijau
Taman Wisata Lembah Hijau mulai dibuka pada tahun 2006. Mempunyai lahan seluas tak lebih lebih 30 hektar, Taman Wisata Lembah Hijau adalah tempat wisata di Lampung yang mempunyai konsep csupaya alam, budaya, dan adat. Dari 30 hektar tersebut, 80%nya adalah areal alamiah dan sisanya adalah bangunan. Mempunyai taman rekreasi, water boom, dan kebun binatang mini, Taman Wisata Lembah Hijau adalah tempat wisata yang lumayan lengkap untuk wisata keluarga. Harga tiket masuk Taman Wisata Lembah Hijau adalah 10,000 Rupiah, untuk bisa masuk ke areal water boom, Kamu harus bayar tambahan harga tiket sebesar 35,000 Rupiah per orang. Water boom sendiri adalah wahana paling favorit di Taman Wisata Lembah Hijau.


9. Pantai Tanjung Setia
Pantai Tanjung Setia adalah pilihan keren untuk para penggemar selancar yang telah bosan berselancar di Pantai Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Terletak di segi barat Lampung, Pantai Tanjung Setia mempunyai salah satu ombak paling baik di dunia, menurut para peselancar yang telah mencoba tantangan selancar di Pantai Tanjung Setia. Lokasinya terbukti lumayan jauh, sektiar 270 KM dari Bandar Lampung, dan membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam untuk mencapainya, tetapi tak butuh kuatir, penggemar selancar tak bakal sedih! Mengingat lokasinya yang lumayan jauh dan terpencil, Pantai Tanjung Setia mempunyai kondisi yang baik dan tak rusak oleh kegiatan manusia, bagai mutiara yang bersembunyi dengan sempurna.



10. Taman Purbakala Pugung Raharjo
Terletak di Desa Pugung Raharjo, Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah rumit peninggalan kebudayaan masa lalu. Berlokasi kurang lebih 52 KM dari kota Bandar Lampung, Taman Purbakala Pugung Raharjo mempunyai koleksi peninggalan purbakala berupa kuburan batu, meja batu, altar batu, batu mayat, dan lain-lain. Wisata sejarah ini terbukti tak lebih begitu diminati oleh anak muda jaman sekarang, tetapi tak ada salahnya mencoba tipe wisata ini supaya tak bosan.

0 Response to "Sejarah Dan Kebudayaan Provinsi Lampung"

Post a Comment